lelah

4:10 PM Edit This 0 Comments »
aku membuat posting ini bukan semata-mata meraih simpati, atau membuat suasana menjadi dramatis.
aku hanya merasa bosan selalu berusaha berpikir dewasa dan melihat semuanya dari sisi positif.
aku bosan berdiam diri dan menertawakan refleksi diriku.


tidak, ternyata aku bukan bosan...
aku lelah.


kawan, aku senang memiliki banyak abstraksi di kaca hidupku. meski untuk memperolehnya aku harus mengalami semacam rasa sakit.
kini, beberapa pihak ingin merenggut salah satunya. salah satu yang terdalam.

mereka berdalih ingin memperbaiki kacaku.
mereka mengatakan semakin sedikit abstraksi yang ada, itu akan membuat langkahku ringan seperti awan.

tapi bukan itu yang kuinginkan!
aku ingin selalu menyusuri abstraksi itu setiap saat kubutuhkan.
hanya itu yang bisa membuatku tersadar akan perlunya menangis sewaktu-waktu.
bila aku menangis, itu tanda bahwa aku masih memiliki rasa.

mereka akan merenggut abstraksiku. menggantinya dengan setumpuk benda fana yang akan kubuktikan nantinya bahwa aku dapat menggapainya tanpa menukarkan abstraksiku....
mungkin kelak, jika abstraksi itu sudah tak ada dan tak ada lagi yang bisa menggantikannya dengan setimpal
aku takkan tersadar, aku akan "lupa" untuk menangis....

aku kan lupa rasa itu.

aku kini tengah berontak.
mencoba untuk pertama kalinya berteriak dan menyadari bahwa sesuatu yang negatif sedang terjadi. mencoba tidak peduli apapun sisi positif yang (mungkin) nanti akan terjadi.


sekali lagi, aku menulis ini semua bukan untuk memperoleh simpati atau sekedar mendramatisir keadaan...
aku hanya ingin siapapun yang membaca ini semua tahu...
bahwa,

"sesekali kita perlu menjadi seorang pemberontak untuk menang. tidak hanya mengikuti alur jalanmu hingga ia membimbingmu ke jurang. potonglah jalannya!"


*terimakasih untuk temanku, Miss, yang telah memberiku sebuah kosa kata baru "abstraksi" *

0 comments: