pelangi putih yang (saia pikir) terlalu bersih
4:20 PM Edit This 0 Comments »
hm,,, saia suka pelangi...
kalau saia tidak bisa lihat pelangi, rasanya ada yang kurang.
kurang lebih seperti hujan yang selama ini saia buat tak ada hasilnya.
biarpun pelangi itu tidak akan ada untuk selamanya, saia tetap suka.
jarang memang ada pelangi yang tahan dipandang oleh saia lebih dari 100 jam saja...
cukup lama saia tidak melihat pelangi yang terlalu berarti. yah, mereka semua hanya pelangi-pelangi yang sekedar pelangi saja.
baru-baru ini saia melihat sebuah semburat cahaya di langit saia.
itu seperti pelangi, hanya saja tak berwarna...
saia suka... namun saia ragu.
tak ada keinginan dalam diri saia untuk mengulurkan tangan, mencoba meraih pelangi putih itu.
saia merasa, pelangi itu terlalu putih...
saia tahu, pelagi tanpa warna bukanlah pelangi yang hakiki.
warna-warni itulah yang nanti akan menjadikannya pelangi sejati.
tapi, bukan saia.
saia tahu, bukan tangan saia yang harus mewarnainya....
hmm,,,,
setelah hujan muncul pelangi...
ketika matahari terlalu panas, pelangi itu akan memudar.
saia tahu itu.
saia berharap, pelangi putih akan lebih cepat memudar tanpa sempat saia warnai.
meskipun saia akui, saia tertarik dengan pelangi putih....
mungkin saja pada langitku, hanya akan ada satu pelangi putih yang pernah melintas dan memudar...
kalau saia tidak bisa lihat pelangi, rasanya ada yang kurang.
kurang lebih seperti hujan yang selama ini saia buat tak ada hasilnya.
biarpun pelangi itu tidak akan ada untuk selamanya, saia tetap suka.
jarang memang ada pelangi yang tahan dipandang oleh saia lebih dari 100 jam saja...
cukup lama saia tidak melihat pelangi yang terlalu berarti. yah, mereka semua hanya pelangi-pelangi yang sekedar pelangi saja.
baru-baru ini saia melihat sebuah semburat cahaya di langit saia.
itu seperti pelangi, hanya saja tak berwarna...
saia suka... namun saia ragu.
tak ada keinginan dalam diri saia untuk mengulurkan tangan, mencoba meraih pelangi putih itu.
saia merasa, pelangi itu terlalu putih...
saia tahu, pelagi tanpa warna bukanlah pelangi yang hakiki.
warna-warni itulah yang nanti akan menjadikannya pelangi sejati.
tapi, bukan saia.
saia tahu, bukan tangan saia yang harus mewarnainya....
hmm,,,,
setelah hujan muncul pelangi...
ketika matahari terlalu panas, pelangi itu akan memudar.
saia tahu itu.
saia berharap, pelangi putih akan lebih cepat memudar tanpa sempat saia warnai.
meskipun saia akui, saia tertarik dengan pelangi putih....
mungkin saja pada langitku, hanya akan ada satu pelangi putih yang pernah melintas dan memudar...

