kelinci kecil akhirnya bertemu mentari

3:45 PM Edit This 0 Comments »
kelinci kecil dilahirkan di liangnya pada malam yang cerah...
tak ada pagi yang dilihatnya, tapi dia menyukai malam.

berbulan-bulan ia hanya keluar liang di malam hari, karena dalam benaknya hanya malam yang indah.
dalam benaknya tak ada yang dapat menyaingi indahnya bulan.

suatu hari kelinci kecil sedih. ia merasa malam telah mengkhianatinya.
malam itu badai menodai beningnya bulan, petir mencabik malam kelamnya...
tak henti ia menangis...
hingga cahaya hangat menghapus air matanya. pagi telah datang.
kelinci kecil berjalan perlahan. hatinya bimbang, akankah ia pun mengkhianati malamnya?

di sana, di belahan bumi timur, tersenyumlah sebuah bola hangat yang cerah. kelinci kecil terpana.
siapa itu? siapa yang telah menyaingi keagungan bulanku?

sejak saat itu kelinci kecil tak pernah tertidur.
saat malam ia terus memandang ke timur, mengenang sang bulan dan menunggu mentarinya yang baru.
saat hari yang baru datang, kelinci kecil dengan setia mengikuti pergerakan agung sang mentari hingga ia tenggelam untuk mengalah pada malam...

hari itu hari yang cerah. kelinci kecil lelah...
ia memutuskan untuk pergi ke telaga untuk membasuh hatinya yang telah rapuh.

dengan ragu ia menundukkan wajah mungilnya ke telaga yang jernih itu...
ia pun terkejut, sekaligus gembira...
di dalam telaga ada mentari yang dicintainya...

kini, kelinci kecil pun mencintai telaga.
sebab di sana ia bertemu mentari yang agung, meski hanya refleksi semu...

teruntuk: bulanku, mentariku, dan telagaku...

0 comments: